Tuesday, June 18, 2019

Penghujung Ramadhan yang Penuh Penyesalan

Allaahu Akbar..............Allaahu Akbar.....................Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallahu Allaahu Akbar........Allahu Akbar wa lillaahilhamd.

Perasaan sedih sekaligus haru begiu mendengar suar takbir berkumandang, pertanda puasa telah usai dan saatnya merayakan hari raya Idul Fitri 1440 H. 

Kenapa sedih? Bukankah seharusnya merasa gembira karena Idul Fitri telah tiba?
Ya... kesedihan ini mungkin karena saya belum bisa memaksimalkan ibadah di bulan ramadhan yang merupakan bulan "limited edition" itu. Membayangkan betapa banyak berkah dan ampunan yg saya lewatkan begitu saja rasanya luar biasa menyesakkan. Seringkali begitulah manusia, utamanya saya pribadi. 

Melewati 30 hari di bulan ramadhan rasanya luar biasa cepatnya. Sampai-sampai tanpa sadar bulan penuh berkah ini telah berakhir. Dan saat itulah biasanya kita baru menyadari betapa kita telah banyak menyia-nyiakan keberkahan dari Allah yang diobral di bulan ramadhan, bulan dimana pahala dari amalan-amalan kita dilipatgandakan, bulan dimana amalan sunnah pahalanya seperti amalan wajib.

Yang susah itu sebenarnya bukan menahan lapar dan haus, akan tetapi menahan diri dari godaan nafsu duniawi yang luar biasa terutama menjelang Idul Fitri. Seringkali di awal ramadhan kita begitu bersemangat beribadah, seolah esok hidup kita akan berakhir. Namun semakin ke tengah kita sering terlena dengan berbagai macam urusan duniawi yang kalau dipikir-pikir sebenarnya hanya sedikit manfaatnya.  Apalagi bagi seorang perempuan seperti saya. 

Pada akhirnya saya hanya bisa berdoa semoga tahun depan kita semua masih diperekenankan oleh Allah SWT untuk merasakan berkah bulan ramadhan tentunya dengan amalan dan niat yang semakin baik. Alahumma Aamiin

Friday, December 7, 2018

TAHUN POLITIK PENUH INTRIK

Gak terasa sebentar lagi sudah mau pemilu ternyata. Ada yang ngebet ganti presiden, ada juga yang kekeuh lanjut 2 periode. Perang saudara pun dimulai. DEngan argumen masing-masing yang dianggap paling benar, banyak yang terjebak dalam perdebatan sengit tanpa ujung yang sebenarnya tujuan utamanya adalah memenangkan kelompoknya. 

Yang lebih menjengkelkan lagi media seakan memfasilitasi perang saudara ini dengan menyuguhkan berita-berita provokatif dan cenderung subjektif. Masyarakat awam yang tidak tahu apa-apa dibuat semakin pusing dengan pemberitaan di media yang setiap harinya isinya saling mengunggulkan kelompok masing-masing.

Isu-isu populer mulai dimanfaatkan untuk menjaring suara sebanyak-banyaknya. Hoax bertebaran dimana-mana. Mana yang benar dan mana yang salah mulai susah dibedakan. Dan seperti itulah yang jadi konsumsi publik saat ini, berita -berita yang terkadang jauh berbeda dari fakta sebenarnya. Ada yang underrated, ada pula yg overrated. 

Bagi mereka yang sudah paham politik , mungkin sudah bisa menebak kemana arah dari semua ini. Yang sangat disayangkan adalah banyak orang yang bertingkah seolah-olah memahami kebenaran dan berkoar-koar bak pahlawan. Saling menjelekkan sudah menjadi pemandangan biasa baik di media cetak maupun media elektronik. Bahkan mereka yang tadinya saudara bisa menjadi seperti musuh bebuyutan bak Tom & Jerry. Saling serang, saling menjatuhkan. Tanpa mereka sadari bahwa sebenarnya merekan sedang menjelekkan saudaranya sendiri. Miris memang, tapi itulah yang terjadi saat ini.

Kami yang awam ini mungkin hanya bisa ternganga melihat para elite yang katanya luar biasa pintar itu beradu argumen dengan cara yang tidak elegan. 

Friday, September 28, 2018

Perjuangan Mengurus Surat pindah , KK, dan E-KTP part 2

Setelah diberitahu bahwa nomer antrian habis, lemas rasanya badan saya. Sudah mendaki gunung lewati lembah eh suruh coba lagi. Akhirnya saya pasrah dan memutuskn untuk pulang lagi dengan setumpuk rasa kekesalan. Mau lapor Bupati gak kenal sama orangnya, mau lapor polisi nanti malah sayanya yang dimarahi. Yasudah balik kucing saja. Mungkin Allah sedang menguji kesabaran saya.

Besok paginya, disaat matahari belum menampakkan eksistensinya, saya berangkat lagi menuju disdukcapil tetunya ditemani suami tercinta. Di perjalanan saya terus berdoa dalam hati supaya bisa dapat nomer antrian dan proses pengurusan dipermudah. Ternyata sampai disana sudah mulai penuh parkirannnya yang artinya sudah banyak yang antri. Padahal saat itu masih  sekitar jam .06.30. Ditambah angin yang berhembus kencang suasana penantian semakin terasa dramatis.

belum ada satupun petugas administrasi yang datang.Hanya terlihat petugas kebersihan yang sedang membersihkan ruang gedung pelayanan.
suasana antrian warga sebelum gedung pelayanan dibuka

Sekitar jam 07.30 gedung pelayanan dibuka dan warga pun langsung menyerbu. Dan ternyata nomer antrian dibagikan secara manual. Suami saya yang ikut antri berada di barisan belakang dan akhirnya dapat nomer 210. Untung saja ada mas mas baik hati yang memberikan nomer antriannya yg kebetulan tidak jadi dipakai. tak lama kemudian, nomer antrian saya dipanggil dan berkas pun saya serahkan ke petugas. Sesuai prosedur (walaupun sebetulnya tidak efisien) saya baru bisa ambil surat pindahnya 2 hari kemudian. 

Meskipun proses belum terhenti disini, setidaknya separuh proses telah terlewati. Alhamdulillah 'alaa kulli haal


Saturday, July 7, 2018

Pengalaman Mengurus Surat Pindah, Penuh Perjuangan

Ceritanya ini lagi dibikin pusing gara-gara SIM udah mau expired. Ngebayangin harus tes lagi dari awal.........uhh tidakkk. Si adek aja tes berkali-kali gak pernah lulus. Males bangetlah kalau mesti buat baru lagi. Yang bikin lebih ribet sebenarnya bukan perpanjang SIMnya tapi saya baru ingat kalau belum punya E-KTP. 
Whattt????????????????
Hari gini belum punya E-KTP. Jangan ditiru ya! Ceritanya dulu pas perekaman data E-KTP ada kesalahan data yang mengharuskan saya untuk mengurus perubahan data dan segala macemnya yang cukup ribet. Pas udah siap lahir batin buat ngurus, blangko E-KTP nya macet dan akhirnya saya dibuatkan KTP tradisional (istilah apa ini???). 
Akhirnya saya bertahan dengan KTP tradisonal itu, bahkan sampai buat ngurus berkas nikah. MIkirnya sih sekalian habis nikah aja ngurusnya , jadi sekalian ganti status. Eh gak taunya setelah nikah juga males-malesan mau ngurus. Sekali lagi ini jangan ditiru ya, ini berat biar saya saja☺☺.

Man yazro' yahsud, Barangsiapa menanam maka dia akan memanen. Dan karena yang saya tanam itu kemalasan akhirnya yang saya panen kesulitan. Mungkin ini namanya the power of kepepet. Karena udah kepepet baru mau ngurus.Sungguh saya ini bukan contoh warga negara yang baik.
Believe me, Don't Try This!!!!!

Karena saya ikut alamat suami, jadinya saya harus ngurus surat pindah antar kabupaten. FYI, saya dan suami masih ikut KK keluarga masing-masing dan beda kabupaten. Sebenarnya bisa aja sih saya nitip pengurusan ke salah satu perangkat desa, tapi kok rasanya kurang puas kalau gak diurus sendiri. Apalagi kan memang aturannya kita sendiri yang ngurus , bukan dititipkan.  Berhubung lagi libur ngajar juga, akhirnya saya bareng suami ngurus ke kantor desa. Bukan kantor kelurahan lho ya, karena saya tinggalnya di desa. Untungnya yang jadi sekdes masih saudara, jadi lebih enjoylah ngurusnya. Di kantor desa saya disurut mengisi beberapa data termasuk nama , NIK, dan tujuan pindah. Dan dibuatkanlah form surat pindah. Oh ya persayaratan yang saya bawa pas mau ngurus surat pindah ini adalah KTP asli, KK asli, pas foto( kalau di tempat saya 4 lembar ukuran 3x4).

Karena mau segera diurus, saya tungguin sampai selesai di kantor desa. Karena ada beberapa kesalahan pengetikan data, beberapa kali harus direvisi( udah kayak skripsi aja ya).
Setelah hampir 2 jam nunggu akhirnya surat pindah sudah tercetak dengan benar dan siap dibawa ke kantor kecamatan. Karena udah siang, saya putuskan untuk melanjutkan pengurusan keesokan harinya saja. 

Waktupun berlalu( koyo opo ae) dan sekitar jam 8 pagi saya berangkat ke kantor kecamatan diantar ojek pribadi.   Sampai sana petugasnya baru datang. Sekitar 10 menit kemudian berkas selesai distempel dan siap diantar ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan SIPIL( Disdukcapil) Magetan. 

Dengan semangat membara kami langsung meluncur ke kantor disdukcapil yang jaraknya lumayan jauh. Maklumlah, saya itu tinggalnya di wilayah perbatasan, jadinya ya lumayan jauh kalau ngurus surat-menyurat. Makanya orang-orang di desa saya itu mayoritas kalau mau ngurus dokumen kependudukan lebih memilih untuk nitip ke perangkat desa. Ya tentunya ada tambahan biaya transportasinya. 

Lanjut ya. Setelah kurang lebih 40 menit perjalanan, akhirnya kita sampai di kantor disdukcapil Magetan dan langsung menuju ke gedung pelayanan. Pas masuk langsung disambut oleh mbak-mbak yang bilang " Maaf mbak nomer antriannya sudah, besok saja ya datang lagi kesini".
Appaaaaaaa! Ah ini pasti mimpi. Bersambung ya ceritanya...................... 








Tuesday, April 25, 2017

Susahnya Mengajar Bahasa Jawa pada Anak Jawa

Terlahir sebagai orang Jawa asli, tidak lantas membuat saya memahami betul bagaimana cara berbahasa Jawa yang benar. Hal itu baru mulai saya sadari ketika mendapat amanah untuk mengajar bahasa Jawa di tingkat sekolah dasar. Maklum saja, seorang guru SD dituntut harus bisa mengajar semua mata pelajaran, tak terkecuali bahasa Jawa. 

Karena mendapat amanah ini, mau tidak mau akhirnya saya belajar lagi tentang seluk beluk bahasa Jawa yang ternyata tidak mudah ini. Walhasil, saya dibuat cukup pusing juga ternyata. Gara-gara ini juga saya menyadari bahwa selama ini tata bahasa yang saya gunakan dalam berbicara dengan bahasa Jawa masih banyak salahnya. 

Lebih pusing lagi ketika saya harus mulai mengajarkannya pada para siswa. Mereka yang katanya  anak Jawa asli itu nyatanya mengatakan bahwa bahasa Inggris yang notabene aadalah bahasa asing lebih mudah jika dibandingkan bahasa Jawa yang merupakan bahasa nenek moyang mereka sendiri. Sungguh sebuah ironi yang cukup menyedihkan.

masalah utama tentu saja adalah masalah cara membaca. Maklum saja, yang diajarkan ketika mereka masih di TK adalah cara membaca menurut bahasa Indonesia. Misalnya saja kata tulisan apa yang dalam bahasa jawa dibaca opo. Selain itu juga banyak kosakata bahasa Jawa yang tidak mereka mengerti. akibatnya ketika ulangan seringkali saya harus membacakan soalnya agar mereka biasa memahami.

Setelah saya selidiki, ternyata salah satu penyebab para siswa kesulitan belajar Bahasa Jawa adalah orang tua mereka sendiri. tanpa bermaksud menyalahkan, nyatanya mayoritas anak anak tersebut dibiasakan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Kebiasaan inilah yang akhirnya membuat anak-anak sangat asing dengan bahasa daerahnya sendiri.

Entah ini sebuah kemajuan atau kemunduran, nampaknya tidak lama lagi bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Jawa akan mulai terlupakan. oleh karena itu, saya rasa tidak ada salahnya jika para orang tua membiasakan berkomunikasi dengan anak menggunakan bahasa daerah. harapannya tentu saja agar bahasa daerah tetap bisa lestari dan tidak punah dari negeri ini. Selamat Hari Pendidikan ....................

Friday, April 3, 2015

Hasil Foto dengan Android One Mito Impact A10

Ini dia hasil jepretan kamera smartphone Mito Impact A10.








Raskin Tak Layak Dimakan, Salah Siapa?

Beberapa waktu yang lalu saya mengantar saudara ke balai desa untuk mengambil jatah beras raskin bantuan dari pemerintah. Di desa saya birokrasinya tidak ruwet sehingga proses pengambilannya lancar tanpa kendala.

Besoknya saudara saya itu menceritakan kalau beras yang didapat dari pemerintah tersebut tidak layak dikonsumsi. Saya kira sudah banyak juga yang memberitakan masalah ini. Padahal kan mereka juga tidak mendapatkannya secara gratis. Kalau gak salah waktu itu saudara saya harus menebus beras tersebut dengan harga 24 ribu.

Lalu siap yang harus disalahkan kalau sudah seperti ini? Yang pertama disalahkan pastilah presidennya. Padahal saya yakin Pak Presiden juga tidak menginginkan hal miris seperti ini terjadi. Ya begitulah negeri ini. Penuh dengan orang-orang tamak yang tega memakan jatah orang kurang mampu. Jangankan beras, aspal saja dimakan. Tapi saya suka gemes kalau mikirin masalah kayak begini.

Betapa teganya oknum-oknum yang ditugasi mengurusi pengadaan berasuntuk rakyat miskin ini. Kalau niatnya mebantu kenapa malah memberikan sesuatu yang bahkan tak layak dikonsumsi. Saudara saya bilang kalau beras itu harus digiling lagi supaya setidaknya bisa dimakan. Meski begitu dia sendiri merasa tidak tega memberi makan anaknya dengan beras tersebut.

Itulah sebabnya kenapa banyak penerima beras bantuan yang kemudian menjualnya ke pedagang. Lalu untuk apa pedagang membeli beras tak layak konsumsi itu? Kalau di desa biasanya beras tak layak seperti digunakan untuk "buwuh" alias menyumbang orang yang sedang hajatan.Harganya memang lebih murah dari beras yang normal. Makanya tak sedikit yang membeli beras tak layak ini.

Padahal kan tujuan pemerintah memberi beras itu supaya warga yang kurang mampu tidak perlu bingung lagi membeli beras. Saya tidak tau siapa pihak yang sebenarnya patut disalahkan  dalam hal ini. Namun betapa hinanya orang-orang yang tega memanfaatkan jatah warga kurang mampu untuk memperkaya diri sendiri.

Tujuan pemerintah sebenarnya bagus, tapi kalau oknum yang diberi amanah tidak bertanggung jawab pasti tujuan pemerintah tidak akan tercapai. Sungguh perlu kesadaran tinggi untuk mengubah mental tamak.


Sunday, February 22, 2015

Mito Impact A10 Telah Mendarat di Rumah

Alhamdulillah, setelah menunggu selam 15 harian, akhirnya HP baru yang ditunggu-tunggu adek saya datang juga. Yup, Mito Impact A10, si hp android One yang harganya memang cukup murah. Seperti tertulis pada posting sebelumnya, disini.

Awalnya say kira hp ini baru akan dikirim tanggal 23 Februari namun nyatanya tanggal 21 malah udah nyampe. Pas paketnya nyampe kebetulan saya lagi gak dirumah. Yang nerima paketnya ibuk saya. Begitu pulang liat ada paket di meja yang ada tuliasnnya Blibli.Meskipun belum lihat isinya, rasanya udah lega karena barangnya benar-benar nyampe dirumah. Saya kira nyampeknya bakalan lama soalnya alamat rumahku kan di pelosok desa yang bahkan gak ada nama jalannya.
paket kiriman dari blibli

Pas saya pegang kok ringan banget. Udah parno aja, takut Hapenya disulap jadi kertas. Setelah dibuka tambah lega rasanya karena isinya benar-benar hp Mito Impact sesuai yang dijanjikan. Alhamdulillah.




Friday, February 20, 2015

Terima Kasih Pak Polisi, Telah Mengingatkanku Bersedekah


Bersedekah di hari Jumat memang sangat dianjurkan.Lah kalau sedekah sama pak polisi gimana ya?
Jadi ceritanya kemarin mau nganterin adek ke RS buat periksa mata. Minus mata adek udah semakin bertambah , jadi udah waktunya ganti kacamata.  Waktu mau berangkat emang agak keburu soalnya kan harinya hari jumat. apalgi polinya jam 11 udah tutup.
Karena mau manfaatin Askes alias BPJS aku suruh adek buat minta rujukan ke puskesmas deket rumah. Dasar adekku ini memang suka lelet, minta rujukan aja sampai 1 jam lebih. Akhirnya berangkat ke RS nya agak kesiangan, sekitar jam setengah sepuluhan.
Padahal jarak dari RS ke rumah lumayan jauh. Kalau naik motor sekitar setengah jam. Bismillah, akhirnya berangkat naik motor ke RS. adek di belakang, aku yang nyetir. Hari jumat di jam-jam segitu emang agak rame jalanannya.

Udah mau sampe RS eh ada rame-rame deket lampu merah. Ternyata ada operasi lalin. semua kendaraan disuruh minggir buat diperiksa surat-suratnya. Karena merasa udah lengkap dan motor juga g menyalahi aturan aku pede aja. Buka dompet ambil SIM dan STNK. aku kira udah beres, gak taunya si pak polisi bilang kalau aku melakukan tindakan pelanggaran. Karena bener-gak merasa ada yang salah , aku tanya ke pak polisinya salahku apa. Katanya lampu depan saya mati. padahal kan itu lampu otomatis. Usut punya usut ternyata yang saya aku nyalain lampu yang bawah yang aku baru tau kalau lampunya rusak. Kena tilang deh.Aku bilang ke pak polisi yang agak gendut itu kalau aku gak tau kalau lampunya rusak dan mau buru-buru ke RS. Tapi ya tetap saja gak ada belas kasihan sama sekali. yasudahlah pasrah aja ditilang.
surat Cinta dari pak Polisi


Padahal sebentar lagi poli mata di RS udah mau tutup. Aku lihat udah jam 10 aja. Belum lagi ngurus ke BPJS nya. Mau marah tapi ya percuma.  Si pak polkis nawarin mau titip atau ikut sidang sendiri. Aku milih buat ikutan sidang aja, biar gak salah sasaran. Di situ banyak juga yang kena tilang dan rata-rata pada nitip duit ke pak polkis 50rb. Lumayan yah. tinggal kaliin aja tuh berapa orang yang kena tilang.
Habis itu aku dikasih surat tilang warna merah dan STNK disita. Udah dapet surat tilangnya aku ucapin terima kasih sama pak polisinya. "Matursembahnuwun Pak".

Nyampe di RS , alhamdulillah masih dilayani meskipun polinya udah mau tutup. Alloh masih memberi kemudahan rupanya. Padahal tadi mikirnya mikirnya bakal sial terus gara-gara ditilang pak polisi.

Sambil nunggu adek yang ikut sholat Jumat di masjid RS, aku jadi inget kejadian ditilang tadi. Mungkin pak polisi tadi itu mau ngasih kesempatan untuk bersedekah di hari Jumat. Kan pahalanya gede tuh. Yah seenggaknya ini peringatan untuk banyak - banyak bersedekah di hari jumat. Maturnuwun Pak ................


 



Friday, February 6, 2015

Pengalaman Ikut Pre Order Mito Impact di Blibli.com

Beberapa hari yang lalu adik saya yang super duper nyebelin minta dibelikan hape lagi. Padahal hapenya yang lama cuma sedikit rusak dan hanya perlu diservis saja. Lama tak saya tanggapi tiba-tiba kemarin dia nyuruh saya untuk membelikan ponsel Android One yang sedang  Booming melalui situs blibli.com. Lagi-lagi karena promo yang katanya murah. Katanya harganya cuma 600 ribu, tapi adik saya itu gak baca persyaratannya dimana kalau mau beli dg harga tersebut harus bayar pakai kartu kredit.

Tapi masih ada opsi lain yang pastinya tidak semurah kalau bayar pakai kartu kredit. Akhirnya saya order 1 ponsel Mito impact dengan harga 749ribu udah include ongkir.  Bayarnya pakai internet banking BCA. Sesudah melakukan pembayaran melalui klikbca konfirmasi pesanan pun dikirim via email.
Terus terang baru kali ini say ikutan pre order seperti ini. Kalau beli di FJB sih sudah pernah. Pake rekber tentunya biar aman. Bibli sendiri juga kurang familiar, gak seperti lazada yang memang sudah sering menjadi partner produsen ponsel untuk menjual produknya. 
Kembali ke masalah order yang tadi, akhirnya say dapat email konfirmasi stelah melunasi pembayaran. 
  
Gambar diatas itu konfirmasi dari blibli kalau pesanan sukses. Berarti adik saya mesti nunggu sampai paling cepat 13 Februari untuk menjajal langsung ponsel Android One murah ini. Semoga saja pengirimannya sesuai yang dijanjikan dan barangnya sampai dalam kondisi yang utuh.

Kalau udah nyampe InsyaAlloh akan saya tulis review versi amatirnya disini. 

Wednesday, January 7, 2015

Hati-Hati Menayangkan Data Pribadi di Internet

Sekarang ini internet sudah menjadi "dunia kedua" bagi mayoritas penduduk dunia. Hampir semua aktivitas bisa dilakukan secara online mulai dari cari kerja, kuliah, transfer uang, jual beli, bahkan cari jodoh pun juga bisa dilakukan secara online. Adanya internet membuat semua jadi mudah dan menghemat waktu serta biaya. Untuk transfer uang kita gak perlu yang namanya pergi ke ATM ataupun bank. Cukup punya koneksi internet dan gadget untuk mengakses semisal hp atau laptop uang yang kita transfer bisa langsung sampai saat itu juga. Udah gitu nama pengirimnya juga bisa dicek. Hal ini mempermudah aktifitas jual beli online dimana pembeli dan penjual tidak saling bertemu secara langsung.

Namun begitu dunia maya juga menyimpan potensi bahaya. Banyak dari kita yang mempublish identitas pribadi seperti no hp, pin bb, foto ktp,ijazah,dsb. Kebiasaan seperti itulah yang memunculkan niat jahat sebagian orang yang mungkin kurang kerjaan. Seringkali saya menerima email yang isinya menwarkan hibah sejumlah uang hingga tawaran pekerjaan. Bagi orang yang sudah faham betul pastilah tau kalau itu cuma tipuan, tapi bagi yang mungkin baru mengenal internet ceritanya akan lain. Bisa jadi mereka akan mempercayai tipuan itu dan merespon apa yang diminta oleh pengirim email.

Saya sempat beberapa kali memposting no hp di internet. Hasilnya berbagai macam sms penipuan masuk ke inbox hp saya. Kemaren saya juga ditelpon oleh orang yang katanya dari HRD sebuah asuransi ternama di Indonesia. Entah darimana dia dapat no hp saya. Tapi dia tahu almamater saya dan menawari saya pekerjaan sebagai Financial Consultant (FC) a.k.a agen asuransi.  Dia menyuruh saya datang ke kantornya yang ada di Surabaya keesokan harinya. Nah lho rumah saya kan jauh dari Surabaya. Bagi yang tidak tau pasti dikiranya akan mendapat posisi yang lumayan di perusahaan itu. Tapi bagi yang sudah tau ya mungkin tidak akan langsung menanggapi. 

Pernah juga saya di sms orang yang katanya ingin membeli HP saya. Padahal saya gak jual HP lho.Kalau cuma 1 orang sih gak masalah. Lha kalau yang sms banyak kan mengganggu juga. 

Sejatinya menyampaikan identitas itu penting agar orang mudah menghubungi kita jika ada keperluan. Namun, masih banyaknya oknum yang tidak bertanggunga jawab seperti itu membuat kita harus lebih berhati - hati agar tidak dimanfaatkan orang lain untuk hal-hal negatif.

Tuesday, January 6, 2015

TPQ Ala Ibu-ibu

Beberapa minggu belakangan, ibu-ibu di tempat saya beramai-ramai belajar ngaji Al Qur'an lagi. Awal mulanya, ada seorang perempuan yang menyewa rumah tetangga saya untuk tempat tinggal. Beliau itu seorang guru ngaji yang mengajarkan membaca Al Qur'an baik kepada anak-anak maupun orang dewasa. Mungki itulah cara Allah untuk memberikan hidayah. Ibu-ibu kemudian berkeinginan untuk belajar membaca Al-Qur'an dari iqro'. Keinginan itu berawal dari kesadaran akan kurangnya kefasihan dalam membaca Al-Qur'an. 

Gayung pun bersambut. Sang guru ngaji menyanggupi untuk mengajari mereka seminggu sekali selepas isya'. Kira-kira ada sekitar 15 orang yang ikut belajar ngaji. tidak banyak memang, tapi sangat menyejukkan melihat semangat belajar mereka di usia yang sudah tidak muda lagi. tetapi yang ikut bukan cuma para tetua saja. Ada juga beberapa ibu muda dan yang belum ibu-ibu seperti saya hehehe. Saya sendiri sadar betul kemampuan saya membaca Al-qur'an masih jauh dari sempurna. Karenanya saya tidak melewatkan kesempatan ini.

"Sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya". Begitulah kutipan hadits yang mengingatkan kita untuk senantiasa belajar Al-Qur'an dan jika sudah bisa gantian mengajarkannya pada orang lain yang belum bisa. Sang guru ngaji yang berpenampilan kalem itu dengan sabar mengajari ibu-ibu tanpa harus menggurui. Semoga Alloh memberikan limpahan pahala kepada  beliau.


  

Wednesday, December 31, 2014

Tahun Baru, Tragedi, dan Doa

Gak terasa sudah masuk 2015 ya. Bumi semakin menua , begitupun kita. Mengingatkan pada diri saya sendiri untuk terus berusaha memperbaiki diri. Apa yang belum bisa tercapai di 2014 semoga bisa dicapai di tahun 2015 ini. Meninggalkan hal-hal yang kurang di baik di masa lalu dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Di Indonesia sendiri, secara umum tahun 2015 ditutup dengan suasana sedih akibat tragedi kecelakaan pesawat Air Asia QZ85018 rute Surabaya -Singapura. Mari kita doakan semoga semua penumpang bisa ditemukan dalam kondisi apapun. Begitulah takdir. Niat hati ingin berlibur merayakan pergantian tahun, berakhir dengan duka. Seperti itulah jika Alloh sudah menghendaki mengambil hamba-Nya kembali ke sisi-Nya. Tidak ada yang bisa menghindar. Itu sekaligus menjadi alarm bagi kita yang masih diberi kesempatan hidup agar memperbanyak bekal menuju rumah abadi.

Sebelumnya kita juga dibuat berduka dengan tragedi tanah longsor di Karangkobar, Banjarnegara yang menewaskan sekitar 100 orang. Sebuah tragedi yang terjadi tiba-tiba dan tak disangka-sangka. Tidak peduli kita sedang tidur, berjalan, atau naik kendaraaan, jika Allah sudah berkehendak mencabut nyawa umatnya maka saat itu juga akan terjadi. 

Entah kebetulan atau bagaimana, hampir setiap kali menjelang tahun baru selalu terjadi kecelakaan maupun bencana besar. Takdir memang tidak dapat ditolak, namun ini sedikit mengingatkan kita agar tidak berlebihan utamanya dalam menyambut tahun baru. Semua orang ingin berlibur dan bersenang-senang baik di luar kota mauoun di luar negeri. Akibatnya lalu lintas menjadi sangat padat dan rawan kecelakaan.

Jadi mari kita menyambut pergantian dengan bijak dan tidak berlebihan. Jika memang tidak memungkinkan berlibur ke luar kota, liburan di tempat yang dekat dengan tempat tinggal kita rasanya sudah cukup. 

Akhirnya, mari kita memasuki tahun 2015 dengan hati dan pikiran yang lebih bersih agar kita bisa menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Semoga pemerintahan yang baru juga bisa terus menunjukkan kinerja yang bagus agar Indonesia bisa lebih berjaya. Dan jangan lupa untuk terus menjaga kesehatan badan agar bisa diberi waktu lebih untuk menjalani kehidupan di dunia. 

 




Wednesday, December 17, 2014

Kurikulum dan Kondisi Psikologis Siswa

Bicara mengenai kurikulum pendidikan di Indonesia memang gak ada habisnya. Sebuah keputusan cukup mengejutkan dibuat oleh bapak Menteri Anies Baswedan. Beliau menginstruksikan penghentian penerapan kurikulum 2013 di beberapa sekolah. Terlepas dari pro kontra yang ada saya sendiri sebagai orang awam kurang begitu srek dengan kurikulum ini. Alasannya banyak tenaga pendidik yang sejatinya belum siap untuk mengaplikasikannya di kelas. kurangnya waktu sosialisasi dan pelatihan dinilai menjadi salah satu sebabnya. 

Para siswa pun juga belum sepenuhnya siap beradaptasi dengan kurikulum 2013. Bahkan mungkin juga banyak yang tidak tahu tentang pergantian kurikulum ini. Bagi mereka PR bertumpuk sudah cukup menyita waktu. Keponakan saya yang duduk di kelas 5 madrasah ibtidaiyyah setiap harinya harus menerima sekitar 4 mata pelajaran di kelas. belum lagi tugas merangku dan PRnya. Entah saya yg lebai atau bagaimana, rasanya kasihan sekali melihatnya. Dan parahnya hanya sedikit yg bisa mereka pahami. 

Perbaikan Kurikulum memang diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan anak bangsa. Namun juga sangat penting untuk memperhatikan kondisi psikologis para siswa. Kebanyakan siswa itu tidak memahami pelajaran karena sudah pasrah dan takut duluan sebelum dijelaskan. Jadi ya ketika dijelaskan sudah gak ada semangat untuk mendengarkannya. Waktu masih sekolah saya sendiri sering seperti itu. Menurut saya, yang terpenting adalah bagaimana membuat para siswa  merasa nyaman berada di kelas dan memiliki gambaran tentang tujuan dari belajar itu sendiri. Apalagi untuk siswa sekolah dasar. Janga hanya menyuruh mereka mengerjakan tugas dari internet yang kebanyakan justru disalahgunakan.

Jadi ada baiknya masalah psikologis siswa juga menjadi pertimbangan tersendiri dalam menyusun kurikulum. Para guru hendaknya mengerti betul tentang bagaimana memahami kondisi psikolgis siswanya agar transfer ilmu bisa berjalan dengan lancar tanpa membebani siswa maupun gurunya.


Sunday, October 26, 2014

Belajar dari Ibu Menteri Susi


Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti
Ada yg menarik saat pengumuman nama 34 menteri kabinet Jokowi-JK kemarin. Seorang wanita yg SMA nya tidak selesai diangkat jadi menteri Kelautan dan Perikanan. Gak salah milih tuh? Ternyata pilihan Jokowi -JK pada ibu Susi bukanlah sebuah pilihan ngawur tanpa alasan. Ibu Susi adalah salah satu perempuan Indonesia yang memiliki rekam jejak yang luar biasa meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Tengok saja di wikipedia deretan sepak terjang ibu ini. 

Bermula dari usaha jual ikan dan sekarang menjadi menteri kelautan & perikanan. Subhanalloh, ini bisa menjadi contoh nyata bagi masyarakat Indonesia bahwa ilmu itu bisa didapat dimana saja. Bahwa ijazah pendidikan tinggi bukanlah segala-galanya. Jabatan menteri bukan jabatan yang main-main sehingga Pak Jokowi - JK pasti sudah memiliki pertimbangan matang ketika menunjuk Ibu Susi sebagai menteri yang akan mengurusi masalah kelautan di Indonesia.Seperti kita ketahui sebagian besar wilayah Indonesia adalah perairan. Banyak masalah utamanya kesejahteraan hidup para nelayan yang masih terus menjadi PR bagi pemerintah. Tugas berat telah menanti untuk segera ditangani oleh Ibu susi.

Pola pikir ibu susi harusnya menjadi contoh bagi kita yang ingin maju dan mandiri. Negeri ini harus memiliki banyak pengusaha seperti beliau agar kita bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Sebuah pola pikir yang tidak hanya ingin mensejahterakan diri sendiri namun juga mensejahterakan orang lain. Dan sekarang ini beliau rela mengabdikan diri bagi Indonesia demi memajukan kesejahteraan rakyatnya. Semoga beliau dapat menjalankan amanah dg baik dan selalu meberikan contoh yg baik bagi rakyat Indonesia. 

Selamat bekerja Bu!

Friday, October 24, 2014

Malam 1 Syuro

Selamat Tahun baru Hijriah .........
semoga kita bisa menjadi hamba Alloh yg bisa terus memperbaiki diri

Sore tadi aku ikut berdesak-desakan di bis dengan orang-orang yg sepertinya ingin menikmati libur 1 muharram. Kebetulan bis yg aku tumpangi adalah bis jurusan surabaya-ponorogo. Dari yang aku dengar, sepertinya banyak yg ingin menuju kota Ponorogo untuk merayakan tahun baru Islam. Entah merayakan dengan cara seperti apa. Setahuku festival reog kan sudah selesai.

Waktu di jalan di wilayah madiun terlihat banyak konvoi anggota perguruan silat. Pantas saja banyak polisi bersiaga di pinggir jalan. Biasanya mereka suka konvoi dengan melakukan aksi brutal sehingga menganggu keamanan warga sekitar. Belum lagi kalau bentrok dg perguruan silat yg gak sealiran. Serasa dunia milik mereka sendiri aja. Dengan mengendarai motor dan tanpa helm mereka menyusuri jalanan. Seolah tak peduli dengan orang-orang yang terganggu dengan sura bising motor mereka. 

Terus terang tindakan mereka itu jauh dari kesan positif menurutku. Bukankah lebih baik kalau kita melakukan doa bersama dan merenungi apa yg telah kita perbuat setahun kebelakang. Tapi ya mungkin itu sudah semacam tradisi bagi mereka. Polisi pun juga terkesan membiarkan saja konvoi-konvoi seperti ini. 

Kalau di ponorogo setauku tradisinya kalau malam 1 syuro itu "melekan". Warga beramai-ramai di depan rumah masing-masing dan tidur sampai pagi. Entah apa tujuannya, yang jelas kamu akan melihat banyak orang berkumpul di depan rumah mereka sampai pagi jika mengunjungi daearah Ponorogo di malam 1 Syuro. Kalau di tempatku sih gak ada tradisi seperti itu. Palingan cuma beberapa pemuda saja yang cangkruan di pinggir jalan.


 

Wednesday, October 22, 2014

Pendidikan vs uang

Kemaren siang aku pergi ke kantor cabang salah satu asuransi di daerah Basuki Rahmad, Surabaya. Kebetulan cuaca di sby memang panas sekali. Sebelum masuk ke kantor untuk mengurus beberapa keperluan, aku mampir dulu beli es di kaki lima dekat kantor asuransi itu. Sambil minum aku numpang duduk di dekat gerobak bapak penjual es. Kemudian kami ngobrol disitu. 

Si bapaknya cerita kalau beliau dari sebuah daerah di Jawa Tengah. Beliau merantau di surabaya sudah beberapa tahun dan mengontrak sebuah rumah. anaknya ada 4 kalau gak salah.Anaknya yang sulung sudah lulus SMA. Meskipun hanya berjualan es ternyata si bapak ini juga menginginkan anaknya untuk melanjutkan belajar di perguruan tinggi. Sayangnya si anak tidak mau kuliah. Katanya mau cari kerja saja. Padahal kalau aku dengar dari ceritanya, si Bapak punya keinginan besar agar anaknya bisa kuliah sehingga bisa mengangkat derajat keluarganya. Adiknya yang masih SMP juga memilih untuk putus sekolah dan lebih memilih bekerja di sebuah depo air isi ulang.

Mungkin masalah seperti ini banyak terjadi di kawasan perkotaan. Para pemuda yang setiap harinya disuguhi hingar bingar kehidupan glamor ala perkotaan merasa enggan untuk menuntut ilmu lebih tinggi karena merasa mencari uang lebih penting. Sebenarnya mereka bukannya tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka hanya merasa enggan saja karena tanpa kuliahpun mereka bisa dapat kerja. Terlebih lagi orangtua mereka yang kebanyakan sibuk berjualan juga tidak sempat memberi perhatian lebih utamanya untuk urusan pendidikan. Kalau sudah begini, bantuan dana pendidikan dari pemerintah yang sudah dianggarkan bisa jadi kurang efektif. Perlu adanya pengarahan pada masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi masa depan.

Friday, March 7, 2014

Kurikulum 2013 Tujuannya Bagus, Tapii................

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengakui, penerapan kurikulum baru yang telah dilaksanakan pada pertengahan 2013 lalu memang masih menyulitkan beberapa pihak terkait, salah satunya guru. Hal diungkapkan Mendikbud pada rapat kerja Komisi X DPR RI di Senayan, Selasa (4/3/2014). 
"Yang paling berat dan sering dikeluhkan oleh guru adalah mengenai penilaian hasil belajar," ujar Nuh. 

Berita diatas saya kutip dari kompas.com.  Kurikulum oh kurikulum. Dari tahun ke tahun kurikulum di Indonesia terus mengalami perubahan. Berikut adalah urutan kurikulum yg pernah dan sedang digunakan di Indonesia:
  1. kurikulum 1947, Rencana Pelajaran 1947
  2. kurikulum 1952, Rencana Pelajaran Terurai
  3. kurikulum 1964, Rencana Pendidikan 1964
  4. kurikulum 1968 yg merupakan pembaharuan dari kurikulum 1964
  5. kurikulum 1975
  6. kurikulum 1984, CBSA
  7. kurikulum 1994
  8. kurikulum 2004, KBK
  9. kurikulum 2006,KTSP
  10. Kurikulum 2013
Ternyata cukup banyak juga ya kurikulum yg diterapkan pada sistem pendidikan Indonesia. Disini, saya ingin sedikit mengomentari yang terakhir, yaitu kurikulum 2013. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak menteri diatas, faktanya banyak guru yang masih bingung dg penerapan kurikulum 2013. 

Meskipun saya bukan orang yg terjun langsung dalam penerapan kurikulum 2013, setidaknya saya sudah mulai mengendus ketidaksiapan dalam penerapan kurikulum ini melalui cerita dosen saya di kampus. Beliau adalah salah satu dosen yg ditunjuk sebagai instruktur dalam sosialaisasi kurikulum 2013. Beliau menceritakannya sekitar pertengahan tahun lalu, ketika kurikulum 2013 baru saja hendak diterapkan.
Beliau bercerita bahwa waktu yg diberikan untuk sosialisasi kurikulum sangatlah mepet. Padahal saat buku-buku baru sudah mulai didistribusikan. Para instruktur sendiri belum diberi pembekalan materi yang cukup untuk melakukan pelatihan kepada para guru. Sementara, kemendikbud sudah menginstruksikan agar para guru segera diberikan pelatihan dan kurikulum 2013 dapat segera diterapkan. " Wong instrukturnya saja belum ditraining kok sudah disuruh memberi pelatihan", begitu kira-kira yg diucapkan dosen saya waktu itu.

Menurut saya, adalah sebuah keputusan sepihak jika kurikulum 2013 ini buru-buru diterapkan. Lihat saja bagaimana kebingungan yang dialami oleh para guru dalam penerapan di lapangan. Akibatnya guru tidak lagi fokus pada bagaimana mendidik anak melainkan sibuk dengan masalah-masalah teknis seperti masalah penilaian dan pembuatan rencana pembelajaran. 

Sangat amat disayangkan jika sekali lagi anak bangsa yg harus menjadi korban keegoisan para petinggi pendidikan. Siswa yg masih labil juga harus merasakan dampak kelabilan sistem pendidikan. Sebenarnya, tujuan pemerintah sangat baik, yaitu ingin memajukan kualitas pendidikan di negeri ini. Tapi para pembuat kebijakan itu mungkin tidak menyadari bahwa kebijakan yg mereka buat membuat para pelaku di lapangan semakin galau. Bahkan menurut survey yg pernah saya baca ada beberapa guru yang masih belum memahami kurikulum 2013. 
Banyak guru yang terpanggil untuk mengajar dengan niat tulus. Namun diantara mereka banyak yg akhirnya menyerah karean dihadapkan pada kerumitan sistem.  

Ini hanya sekedar opini saya saja, mohon maaf bila ada kesalahan.

Friday, February 28, 2014

Kenapa Kuliah Tak Kunjung Lulus?


 


Yang paling menyakitkan bagi seorang mahasiswa tingkat akhir(apalagi menjelang ambang batas) adalah ketika ditanya; Kapan lulus?. Sebuah pertanyaan yg sebenarnya mudah dijawab namun sangat sensitif. Saya sendiri adalah salah satu yang merasakannya. Terkadang, bosan juga dengan pertanyaan yang itu-itu saja. Tapi, ada hikmahnya juga kita diberi pertanyaan seperti itu berulan-ulang. Setidaknya kita masih diingatkan kalau kita ini masih kuliah dan punya tanggung jawab untuk menuntaskannya.

Sebenarnya apa saja sih yang menjadi penyebabnya? Saya akan coba menganalisa berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa kawan saya yg juga berlama-lama menjadi mahasiswa. Pada dasarnya setiap mahasiswa yang memperpanjang masa kuliahnya itu pasti memiliki masalah, entah masalah dengan dirinya sendiri, dengan orang tua, dengan teman dekat, dan yg tidak dinafikan yaitu bermasalah dengan dosen.

              Bermasalah dengan diri sendiri. Yang menjadi momok utama dalam diri seorang mahasiswa adalah rasa malas. Mungkin ini adalah faktor yang paling banyak menjadi penyebab molornya kuliah, utamanya skripsi yang tak kunjung selesai.

              Bermasalah dengan orang tua. Keridhloan Allah terletak pada keridhloan orang tua. Sabda Rasul tersebut adalah benar adanya. Ketika kita memiiki sedikit masalah saja dengan bapak ataupun ibu maka itu akan sangat berpengaruh terhadap hidup kita. Masalah yang saya maksudkan disini bisa bermacam-macam. Bisa karena ketidakcocokan visi misi, prinsip, dan hubungan yg tidak harmonis.

             Bermasalah dengan teman dekat. Ini juga mungkin banyak dialami oleh teman-teman yang molor kuliahnya.  Penyebabnya bisa karena ada percekcokan, terlalu asyik berdua dan sebagainya.

              Bermasalah dengan dosen. Ini biasanya terjadi saat skripsi. Apalagi kalau dosen pembimbingnya jual mahal. Mau bimbingan aja mesti kejar-kejaran. Ada juga dosen yang tidak mau membimbing mahasiswanya hanya karena mudah tersinggung.

              Karena salah niat. Niat adalah fondasi utama sebuah pekerjaan. Jika dari awal sudah salah niat maka akan sangat fatal akibatnya.

              Karena menekuni hobi yang lebih menyenangkan. Biasanya ini dialami oleh mahasiswa yang kurang srek dg jurusan yg dipilihnya. Akibatnya, waktu yang ada lebih banyak dihabiskan untuk melakukan hobinya.

              Karena sibuk kerja sampingan. Apalagi kalau gajinya lumayan. Sudah pasti bakalan semakin malas kuliah apalagi menyelesaikan skripsi.

              Pernah melakukan dosa besar. Apa saja itu? Di buku-buku agama maupun di internet suah banyak disebutkan. Bisa dicari sendiri.

Kalau sudah seprti ini yg bisa kita kita lakukan ya memperbaharui niat dan segera menyelesaikan masalah yg menghambat kelulusan . Jika memang bermasalah dengan orang tua segera dibicarakan dan minta maaf. Jika bermasalah dengan teman dekat segera cari solusi terbaik. Minta nasehat kepada sahabat atau keluarga. Untuk masalah dengan dosen jika memang kita yang salah segera meminta maaf. Jika bukan kita yang salah segera hubungi kajur atau pembimbing akademik untuk penanganan lebih lanjut. Tinggalkan dulu hobi dan pekerjaan lain untuk sementara waktu. Perbanyak istighfar, tingkatkan ibadah serta perbanyak doa. Pasti ada yang salah dalam diri kita sehingga tidak segera lulus. 

Bagi yang masih semester awal, segera tingkatkan kewaspadaan. Luruskan niat kalian. Sering-seringlah mencari informasi dari kakak tingkat dan perbanyak baca referensi di perpustakaan. Banyak yang bilang kalau skripsi itu gampang, sebulan juga bisa jadi kok. Itu benar, tapi kalau sudah terbelenggu masalah dan salah niat maka semuanya akan terasa sulit. Percayalah, tidak ada yg instan di dunia ini, termasuk skripsi. Semua butuh proses. Kerja sampingan boleh saja asal tidak mengganggu kuliah. Jika sudah masa skripsi segera tinggalakan pekerjaan yang lain. Percayalah, rizki bisa datang kapan dan dimana saja. Selesaikan dulu skripsi agar bisa cepat lulus, baru setelah itu fokus kerja.

Jangan pernah mencicipi kemalasan karena itu akan membuatmu kecanduan.


Kegagalan itu biasa, tapi jangan jadikan sebagai kebiasaan

Mohon doanya


Friday, February 14, 2014

Kiriman Pasir Gratis dari Gunung Kelud


Beginilah halaman depan rumah saya yg sebagian tertutup pasir gunung Kelud. Subahanallah. Padahal jarak rumah saya denga gunung kelud lumayan jauh. Pohon jati depan rumah juga ada yg patah rantingnya karena tidak kuta menahan beban pasir Kelud.




 Kebun di belakang rumah juga kebagian pasir Kelud. Ini saya foto setelah turun hujan.