Saturday, July 7, 2018

Pengalaman Mengurus Surat Pindah, Penuh Perjuangan

Ceritanya ini lagi dibikin pusing gara-gara SIM udah mau expired. Ngebayangin harus tes lagi dari awal.........uhh tidakkk. Si adek aja tes berkali-kali gak pernah lulus. Males bangetlah kalau mesti buat baru lagi. Yang bikin lebih ribet sebenarnya bukan perpanjang SIMnya tapi saya baru ingat kalau belum punya E-KTP. 
Whattt????????????????
Hari gini belum punya E-KTP. Jangan ditiru ya! Ceritanya dulu pas perekaman data E-KTP ada kesalahan data yang mengharuskan saya untuk mengurus perubahan data dan segala macemnya yang cukup ribet. Pas udah siap lahir batin buat ngurus, blangko E-KTP nya macet dan akhirnya saya dibuatkan KTP tradisional (istilah apa ini???). 
Akhirnya saya bertahan dengan KTP tradisonal itu, bahkan sampai buat ngurus berkas nikah. MIkirnya sih sekalian habis nikah aja ngurusnya , jadi sekalian ganti status. Eh gak taunya setelah nikah juga males-malesan mau ngurus. Sekali lagi ini jangan ditiru ya, ini berat biar saya saja☺☺.

Man yazro' yahsud, Barangsiapa menanam maka dia akan memanen. Dan karena yang saya tanam itu kemalasan akhirnya yang saya panen kesulitan. Mungkin ini namanya the power of kepepet. Karena udah kepepet baru mau ngurus.Sungguh saya ini bukan contoh warga negara yang baik.
Believe me, Don't Try This!!!!!

Karena saya ikut alamat suami, jadinya saya harus ngurus surat pindah antar kabupaten. FYI, saya dan suami masih ikut KK keluarga masing-masing dan beda kabupaten. Sebenarnya bisa aja sih saya nitip pengurusan ke salah satu perangkat desa, tapi kok rasanya kurang puas kalau gak diurus sendiri. Apalagi kan memang aturannya kita sendiri yang ngurus , bukan dititipkan.  Berhubung lagi libur ngajar juga, akhirnya saya bareng suami ngurus ke kantor desa. Bukan kantor kelurahan lho ya, karena saya tinggalnya di desa. Untungnya yang jadi sekdes masih saudara, jadi lebih enjoylah ngurusnya. Di kantor desa saya disurut mengisi beberapa data termasuk nama , NIK, dan tujuan pindah. Dan dibuatkanlah form surat pindah. Oh ya persayaratan yang saya bawa pas mau ngurus surat pindah ini adalah KTP asli, KK asli, pas foto( kalau di tempat saya 4 lembar ukuran 3x4).

Karena mau segera diurus, saya tungguin sampai selesai di kantor desa. Karena ada beberapa kesalahan pengetikan data, beberapa kali harus direvisi( udah kayak skripsi aja ya).
Setelah hampir 2 jam nunggu akhirnya surat pindah sudah tercetak dengan benar dan siap dibawa ke kantor kecamatan. Karena udah siang, saya putuskan untuk melanjutkan pengurusan keesokan harinya saja. 

Waktupun berlalu( koyo opo ae) dan sekitar jam 8 pagi saya berangkat ke kantor kecamatan diantar ojek pribadi.   Sampai sana petugasnya baru datang. Sekitar 10 menit kemudian berkas selesai distempel dan siap diantar ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan SIPIL( Disdukcapil) Magetan. 

Dengan semangat membara kami langsung meluncur ke kantor disdukcapil yang jaraknya lumayan jauh. Maklumlah, saya itu tinggalnya di wilayah perbatasan, jadinya ya lumayan jauh kalau ngurus surat-menyurat. Makanya orang-orang di desa saya itu mayoritas kalau mau ngurus dokumen kependudukan lebih memilih untuk nitip ke perangkat desa. Ya tentunya ada tambahan biaya transportasinya. 

Lanjut ya. Setelah kurang lebih 40 menit perjalanan, akhirnya kita sampai di kantor disdukcapil Magetan dan langsung menuju ke gedung pelayanan. Pas masuk langsung disambut oleh mbak-mbak yang bilang " Maaf mbak nomer antriannya sudah, besok saja ya datang lagi kesini".
Appaaaaaaa! Ah ini pasti mimpi. Bersambung ya ceritanya...................... 








Tuesday, April 25, 2017

Susahnya Mengajar Bahasa Jawa pada Anak Jawa

Terlahir sebagai orang Jawa asli, tidak lantas membuat saya memahami betul bagaimana cara berbahasa Jawa yang benar. Hal itu baru mulai saya sadari ketika mendapat amanah untuk mengajar bahasa Jawa di tingkat sekolah dasar. Maklum saja, seorang guru SD dituntut harus bisa mengajar semua mata pelajaran, tak terkecuali bahasa Jawa. 

Karena mendapat amanah ini, mau tidak mau akhirnya saya belajar lagi tentang seluk beluk bahasa Jawa yang ternyata tidak mudah ini. Walhasil, saya dibuat cukup pusing juga ternyata. Gara-gara ini juga saya menyadari bahwa selama ini tata bahasa yang saya gunakan dalam berbicara dengan bahasa Jawa masih banyak salahnya. 

Lebih pusing lagi ketika saya harus mulai mengajarkannya pada para siswa. Mereka yang katanya  anak Jawa asli itu nyatanya mengatakan bahwa bahasa Inggris yang notabene aadalah bahasa asing lebih mudah jika dibandingkan bahasa Jawa yang merupakan bahasa nenek moyang mereka sendiri. Sungguh sebuah ironi yang cukup menyedihkan.

masalah utama tentu saja adalah masalah cara membaca. Maklum saja, yang diajarkan ketika mereka masih di TK adalah cara membaca menurut bahasa Indonesia. Misalnya saja kata tulisan apa yang dalam bahasa jawa dibaca opo. Selain itu juga banyak kosakata bahasa Jawa yang tidak mereka mengerti. akibatnya ketika ulangan seringkali saya harus membacakan soalnya agar mereka biasa memahami.

Setelah saya selidiki, ternyata salah satu penyebab para siswa kesulitan belajar Bahasa Jawa adalah orang tua mereka sendiri. tanpa bermaksud menyalahkan, nyatanya mayoritas anak anak tersebut dibiasakan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Kebiasaan inilah yang akhirnya membuat anak-anak sangat asing dengan bahasa daerahnya sendiri.

Entah ini sebuah kemajuan atau kemunduran, nampaknya tidak lama lagi bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Jawa akan mulai terlupakan. oleh karena itu, saya rasa tidak ada salahnya jika para orang tua membiasakan berkomunikasi dengan anak menggunakan bahasa daerah. harapannya tentu saja agar bahasa daerah tetap bisa lestari dan tidak punah dari negeri ini. Selamat Hari Pendidikan ....................

Friday, April 3, 2015

Hasil Foto dengan Android One Mito Impact A10

Ini dia hasil jepretan kamera smartphone Mito Impact A10.








Raskin Tak Layak Dimakan, Salah Siapa?

Beberapa waktu yang lalu saya mengantar saudara ke balai desa untuk mengambil jatah beras raskin bantuan dari pemerintah. Di desa saya birokrasinya tidak ruwet sehingga proses pengambilannya lancar tanpa kendala.

Besoknya saudara saya itu menceritakan kalau beras yang didapat dari pemerintah tersebut tidak layak dikonsumsi. Saya kira sudah banyak juga yang memberitakan masalah ini. Padahal kan mereka juga tidak mendapatkannya secara gratis. Kalau gak salah waktu itu saudara saya harus menebus beras tersebut dengan harga 24 ribu.

Lalu siap yang harus disalahkan kalau sudah seperti ini? Yang pertama disalahkan pastilah presidennya. Padahal saya yakin Pak Presiden juga tidak menginginkan hal miris seperti ini terjadi. Ya begitulah negeri ini. Penuh dengan orang-orang tamak yang tega memakan jatah orang kurang mampu. Jangankan beras, aspal saja dimakan. Tapi saya suka gemes kalau mikirin masalah kayak begini.

Betapa teganya oknum-oknum yang ditugasi mengurusi pengadaan berasuntuk rakyat miskin ini. Kalau niatnya mebantu kenapa malah memberikan sesuatu yang bahkan tak layak dikonsumsi. Saudara saya bilang kalau beras itu harus digiling lagi supaya setidaknya bisa dimakan. Meski begitu dia sendiri merasa tidak tega memberi makan anaknya dengan beras tersebut.

Itulah sebabnya kenapa banyak penerima beras bantuan yang kemudian menjualnya ke pedagang. Lalu untuk apa pedagang membeli beras tak layak konsumsi itu? Kalau di desa biasanya beras tak layak seperti digunakan untuk "buwuh" alias menyumbang orang yang sedang hajatan.Harganya memang lebih murah dari beras yang normal. Makanya tak sedikit yang membeli beras tak layak ini.

Padahal kan tujuan pemerintah memberi beras itu supaya warga yang kurang mampu tidak perlu bingung lagi membeli beras. Saya tidak tau siapa pihak yang sebenarnya patut disalahkan  dalam hal ini. Namun betapa hinanya orang-orang yang tega memanfaatkan jatah warga kurang mampu untuk memperkaya diri sendiri.

Tujuan pemerintah sebenarnya bagus, tapi kalau oknum yang diberi amanah tidak bertanggung jawab pasti tujuan pemerintah tidak akan tercapai. Sungguh perlu kesadaran tinggi untuk mengubah mental tamak.


Sunday, February 22, 2015

Mito Impact A10 Telah Mendarat di Rumah

Alhamdulillah, setelah menunggu selam 15 harian, akhirnya HP baru yang ditunggu-tunggu adek saya datang juga. Yup, Mito Impact A10, si hp android One yang harganya memang cukup murah. Seperti tertulis pada posting sebelumnya, disini.

Awalnya say kira hp ini baru akan dikirim tanggal 23 Februari namun nyatanya tanggal 21 malah udah nyampe. Pas paketnya nyampe kebetulan saya lagi gak dirumah. Yang nerima paketnya ibuk saya. Begitu pulang liat ada paket di meja yang ada tuliasnnya Blibli.Meskipun belum lihat isinya, rasanya udah lega karena barangnya benar-benar nyampe dirumah. Saya kira nyampeknya bakalan lama soalnya alamat rumahku kan di pelosok desa yang bahkan gak ada nama jalannya.
paket kiriman dari blibli

Pas saya pegang kok ringan banget. Udah parno aja, takut Hapenya disulap jadi kertas. Setelah dibuka tambah lega rasanya karena isinya benar-benar hp Mito Impact sesuai yang dijanjikan. Alhamdulillah.




Friday, February 20, 2015

Terima Kasih Pak Polisi, Telah Mengingatkanku Bersedekah


Bersedekah di hari Jumat memang sangat dianjurkan.Lah kalau sedekah sama pak polisi gimana ya?
Jadi ceritanya kemarin mau nganterin adek ke RS buat periksa mata. Minus mata adek udah semakin bertambah , jadi udah waktunya ganti kacamata.  Waktu mau berangkat emang agak keburu soalnya kan harinya hari jumat. apalgi polinya jam 11 udah tutup.
Karena mau manfaatin Askes alias BPJS aku suruh adek buat minta rujukan ke puskesmas deket rumah. Dasar adekku ini memang suka lelet, minta rujukan aja sampai 1 jam lebih. Akhirnya berangkat ke RS nya agak kesiangan, sekitar jam setengah sepuluhan.
Padahal jarak dari RS ke rumah lumayan jauh. Kalau naik motor sekitar setengah jam. Bismillah, akhirnya berangkat naik motor ke RS. adek di belakang, aku yang nyetir. Hari jumat di jam-jam segitu emang agak rame jalanannya.

Udah mau sampe RS eh ada rame-rame deket lampu merah. Ternyata ada operasi lalin. semua kendaraan disuruh minggir buat diperiksa surat-suratnya. Karena merasa udah lengkap dan motor juga g menyalahi aturan aku pede aja. Buka dompet ambil SIM dan STNK. aku kira udah beres, gak taunya si pak polisi bilang kalau aku melakukan tindakan pelanggaran. Karena bener-gak merasa ada yang salah , aku tanya ke pak polisinya salahku apa. Katanya lampu depan saya mati. padahal kan itu lampu otomatis. Usut punya usut ternyata yang saya aku nyalain lampu yang bawah yang aku baru tau kalau lampunya rusak. Kena tilang deh.Aku bilang ke pak polisi yang agak gendut itu kalau aku gak tau kalau lampunya rusak dan mau buru-buru ke RS. Tapi ya tetap saja gak ada belas kasihan sama sekali. yasudahlah pasrah aja ditilang.
surat Cinta dari pak Polisi


Padahal sebentar lagi poli mata di RS udah mau tutup. Aku lihat udah jam 10 aja. Belum lagi ngurus ke BPJS nya. Mau marah tapi ya percuma.  Si pak polkis nawarin mau titip atau ikut sidang sendiri. Aku milih buat ikutan sidang aja, biar gak salah sasaran. Di situ banyak juga yang kena tilang dan rata-rata pada nitip duit ke pak polkis 50rb. Lumayan yah. tinggal kaliin aja tuh berapa orang yang kena tilang.
Habis itu aku dikasih surat tilang warna merah dan STNK disita. Udah dapet surat tilangnya aku ucapin terima kasih sama pak polisinya. "Matursembahnuwun Pak".

Nyampe di RS , alhamdulillah masih dilayani meskipun polinya udah mau tutup. Alloh masih memberi kemudahan rupanya. Padahal tadi mikirnya mikirnya bakal sial terus gara-gara ditilang pak polisi.

Sambil nunggu adek yang ikut sholat Jumat di masjid RS, aku jadi inget kejadian ditilang tadi. Mungkin pak polisi tadi itu mau ngasih kesempatan untuk bersedekah di hari Jumat. Kan pahalanya gede tuh. Yah seenggaknya ini peringatan untuk banyak - banyak bersedekah di hari jumat. Maturnuwun Pak ................


 



Friday, February 6, 2015

Pengalaman Ikut Pre Order Mito Impact di Blibli.com

Beberapa hari yang lalu adik saya yang super duper nyebelin minta dibelikan hape lagi. Padahal hapenya yang lama cuma sedikit rusak dan hanya perlu diservis saja. Lama tak saya tanggapi tiba-tiba kemarin dia nyuruh saya untuk membelikan ponsel Android One yang sedang  Booming melalui situs blibli.com. Lagi-lagi karena promo yang katanya murah. Katanya harganya cuma 600 ribu, tapi adik saya itu gak baca persyaratannya dimana kalau mau beli dg harga tersebut harus bayar pakai kartu kredit.

Tapi masih ada opsi lain yang pastinya tidak semurah kalau bayar pakai kartu kredit. Akhirnya saya order 1 ponsel Mito impact dengan harga 749ribu udah include ongkir.  Bayarnya pakai internet banking BCA. Sesudah melakukan pembayaran melalui klikbca konfirmasi pesanan pun dikirim via email.
Terus terang baru kali ini say ikutan pre order seperti ini. Kalau beli di FJB sih sudah pernah. Pake rekber tentunya biar aman. Bibli sendiri juga kurang familiar, gak seperti lazada yang memang sudah sering menjadi partner produsen ponsel untuk menjual produknya. 
Kembali ke masalah order yang tadi, akhirnya say dapat email konfirmasi stelah melunasi pembayaran. 
  
Gambar diatas itu konfirmasi dari blibli kalau pesanan sukses. Berarti adik saya mesti nunggu sampai paling cepat 13 Februari untuk menjajal langsung ponsel Android One murah ini. Semoga saja pengirimannya sesuai yang dijanjikan dan barangnya sampai dalam kondisi yang utuh.

Kalau udah nyampe InsyaAlloh akan saya tulis review versi amatirnya disini.